Indonesia hanya penonton
Kita sudah kangen dengan gelar juara sebuah event, sudah lama kita tidak mendengar ada sebuah kesuksesan yang diterima oleh tim nasional sepakbola negara besar ini. Peluang itu selalu ada, namun dengan alasan kurang persiapan, kita selalu gagal dalam sebuah event. Sebuah alasan klasik yang entah di buat-buat sebagai pembenaran kegagalan atau memang itu sebuah kelemahan dari Indonesia.
Apakah kita masih berharap dengan tim yang berlatih di Belanda itu? Saya harap sih tidak. Jangan dilihat dari ketenaran tempat latihannya, kita lihat hasil dari Asian Games dan pra- Olimpiade kemaren. Dan sekali lagi bukan masalah kegagalannya, kita liahat saja permainannya yang masih sangat amburadul, entah kemana uang bermilyar-milyar yang dihabiskan di Belanda itu.
Suatu keinginan
Setiap evant sepakbola kita hanya jadi penonton, hanya bangga dengan tim-tim lainya, dengan kata lain kita hanya jadi penggemar tim lain, misalnya Italia, jerman, Brasil, dll. Kapan kita seperti negara-negara tersebut? Itu sebuah pertanyaan yang sering kita lontarkan ke badan tertinggi sepak bola kita (PSSI). Kejayaan bangsa ini telah hilang di dunia sepak bola, di bandingkan waktu dulu saat nama bangsa ini Hindia-belanda. Kita semua berharap untuk ke depan supaya kejayaan bangsa ini kembali dengan usaha keras dan kerja sama yang baik.
PSSI ke mana?
Lembaga tertinggi sepak bola indonesia yaitu PSSI mati suri, kacaunya jadwal liga indonesia dan semerawutnya pengurus PSSI sendiri. Semoga di tahun ini PSSI bisa belajar dari kesalahan-kesalahan yang telah terjadi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar